Jenis-jenis Serangga Yang Dapat Dibudidayakan & Berpeluang Tinggi

Ada banyak jenis hewan di dunia, mulai dari unggas, mamalia, amfibi, dan serangga. Salah satu jenis hewan yang sering dibudidayakan adalah serangga. Serangga pada umumnya bersifat merusak, namun ada juga serangga yang bisa dimanfaatkan dengan cara dibudidayakan. 

Budidaya serangga cukup populer di kalangan para penggiat budidaya karena ternyata cukup menguntungkan. Serangga yang biasa dibudidayakan dan menguntungkan seperti contohnya lebah. Lebah bisa dimanfaatkan madunya. Madu menjadi salah satu benda yang menggiurkan bagi banyak orang, karena madu memiliki khasiat di dalamnya.

Masih banyak jenis serangga lainnya yang dapat dimanfaatkan. Apakah kalian tahu apa sajakah jenis serangga yang dapat dibudidayakan? Berikut simaklah beberapa jenis serangga yang dapat dibudidayakan.

1. Jangkrik

Jangkrik merupakan salah satu serangga yang dapat dibudidayakan. Hewan yang aktif di malam hari ini pastinya sudah tidak asing lagi bagi kalian bukan? Jangkrik termasuk serangga yang memakan segala (omnivora).

Jangkrik sudah dari zaman dahulu dibudidayakan, dengan berbagai alasan seperti untuk pakan burung hingga untuk dimakan. Bahkan hingga kini tubuh jangkrik banyak dimanfaatkan orang sebagai bahan kosmetik dan obat-obatan.

Jika kalian ingin memulai untuk membudidayakan jangkrik, langkah awal yang harus dilakukan yaitu membuat kandang. Sebagai contoh kalian bisa menggunakan kardus untuk kandangnya. Untuk ukurannya tergantung berapa banyak jangkrik yang akan kalian budidayakan 

Lalu dibagian atasnya diberi lobang kecil-kecil untuk ventilasi. Di dalam kandangnya kalian bisa memberikan daun-daunan atau kertas yang berguna untuk media sarangnya.

Saat membudidayakan hewan pastinya harus diberi makan. Untuk pakan jangkrik sendiri berupa sayuran muda dan tepung jagung.

2. Cacing Sutra

Walaupun cacing bukan termasuk ke dalam jenis serangga, namun cacing merupakan jenis hewan berukuran kecil yang bisa dibudidayakan. Cacing sutra memang terkenal memiliki peluang usaha yang cukup besar dalam mendapatkan keuntungan. Biasanya cacing sutra dimanfaatkan sebagai pakan ikan seperti ikan peliharaan, karena cacing sutra adalah makanan yang bergizi. 

Cacing sutra mudah sekali didapatkan, karena cacing sutra terdapat di selokan dan kolam-kolam tanah. Jadi untuk memulai usaha budidaya cacing sutra ini cukup murah dan mudah.

Untuk mendapatkan hasil yang menguntungkan, harus aktif dalam kegiatan penawaran ke petani ikan dan pasar ikan. Untuk ukuran kolamnya sekitar 5mx3m. Harga dari cacing sutra tersebut berkisar Rp. 30.000,- per liternya.

3. Semut Jepang

Jenis selanjutnya adalah Budidaya Semut Jepang. Semut Jepang ini sangat mirip dengan kumbang. Hewan ini memiliki badan yang mungil, keras, dan bersayap namun tidak dapat terbang. 

Semut ini hidup secara berkelompok sama seperti semut pada umumnya. Namun semut ini sangat mudah bereproduksi, dan juga bukan hewan yang memakan sesama.

Dikabarkan semut Jepang memiliki kegunaan yang baik bagi kesehatan. Menurut hasil penelitian semut ini memiliki kandungan dalam mengobati beberapa penyakit

Penyakit yang sudah pernah diuji adalah diabetes. Hanya dengan mengkonsumsi semut Jepang 2-3 dapat menurunkan kadar gula bagi penderitanya diabetes tersebut. 

Untuk efek sampingnya, hingga sekarang masih belum ditemukan. Namun, kalian jika ingin menggunakan harap berhati-hati saja dan jangan menggunakan secara berlebihan.

4. Kecoa Madagaskar

Serangga selanjutnya adalah Kecoa Madagaskar. Meskipun kecoa terlihat geli atau jijik dan tidak ingin menyentuhnya. Namun hal tersebut berbeda dengan kecoa Madagaskar yang satu ini.

Kecoa Madagaskar merupakan jenis kecoa terbesar di dunia. Hewan yang satu ini sangat senang hidup di tempat yang bersih. Kecoa Madagaskar memiliki tubuh yang berwarna hitam dan coklat. Hewan ini memiliki manfaat bagi pakan bagi beberapa hewan peliharaan seperti tarantula, ikan dan lainnya.

Karena kecoa Madagaskar ini mengandung protein tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan jangkrik. Untuk makanan dari serangga yang satu ini berupa sayuran, buah-buahan, dan makanan kucing atau anjing. 

5. Belalang Kayu

Serangga terakhir adalah Belalang Kayu. Serangga yang satu ini mungkin jarang kalian jumpai, karena serangga ini hidup di pepohonan. Serangga yang satu ini biasanya dimanfaatkan banyak orang sebagai makanan.

Hal tersebut karena serangga ini kata akan protein hewan. Sehingga banyak hotel-hotel di Thailand dan Eropa yang menjadikan serangga ini sebagai menu makanan. Salah satu serangga yang hidup di batang pohon ini memiliki kadar protein protein 17,92% : 9,846%

Oleh sebab itu, hewan ini sangat cocok untuk dibudidayakan. Untuk saat ini masih sedikit orang yang membudidayakan belalang kayu