Apalah Arti Followers Instagram

Kini kita memasuki era yang tidak pernah terbayangkan sedikitpun oleh bangsa bangsa sebelum kita. Kita memasuki era internet yang menghubungkan semua ponsel di seluruh dunia menjadi satu dan menciptakan suatu dunia baru yang sama sekali berbeda seperti dunia paralel yang banyak diperdebatkan filsuf dan para kaum mistik di era lampau.

Tidak ada yang pernah menyangka DARPA sebuah organisasi militer Amerika Serikat yang hendak mengubah sinyal radio menjadi gelombang elektromagnetik untuk berkomunikasi saat perang menjadi awal kelahiran Internet.

Dahulu orang percaya internet adalah masa depan dan semua masalah akan diselesaikan dengannya. Saat Mark Zuckerberg mendirikan Facebook, ia juga menganggap hal yang sama. Dengan temuannya, ia dapat menghubungkan orang di seluruh dunia di satu tempat sehingga semua masalah dapat diselesaikan karena kemampuan setiap orang untuk berkontribusi dapat dilakukan.

Mereka benar soal internet yang menjadi masa depan dan menyelesaikan masalah namun mereka tidak pernah memperkirakan masalah yang cukup besar justru bangkit di era internet ini.

Dahulu salah seorang filsuf pernah berkata bahwa pencapaian terbesar dalam sejarah umat manusia jika manusia bisa menyelesaikan masalah kelaparan, peperangan dan ketenagakerjaan. Saat ini hampir semua masalah tersebut sudah teratasi namun masalah eksistensi adalah masalah abadi yang diderita umat manusia sepanjang zaman.

Untuk mengatasi masalah eksistensi tersebut, internet mempunyai cara lain. Di era ini orang berlomba-lomba untuk memperlihatkan statusnya dan caranya adalah dengan mengumpulkan sebanyak mungkin pengikut di Instagram. Semakin banyak pengikut atau followers di Instagram maka semakin tinggi juga statusnya.

Ini adalah pemikiran primitif, walaupun ini adalah pemikiran bodoh dan benar adanya, namun sulit untuk diterima. Dahulu saat manusia masih berburu, pemimpin yang mempunyai banyak pengikutlah yang memiliki status paling tinggi dan mengayomi semua orang.

 

Hal yang sama terjadi pada sosial masyarakat saat ini, mereka berpandangan bahwa followers itu sangatlah penting dan berarti. Keinginan untuk populer dan terkenal adalah sifat narsis yang ada pada diri seseorang. Narsis sendiri adalah istilah yang diciptakan oleh salah seorang pendiri ilmu Psikoanalisis yang bernama Sigmund Freud.

Penamaan ini berasal dari satu kisah populer dalam literatur budaya Yunani yang mengisahkan salah seorang yang sangat tampan menatap dirinya di air dan ia melihat bahwa dirinya sangatlah tampan. Akhirnya ia jatuh cinta pada dirinya sendiri. Lama kelamaan ia memasuki air dan tenggelam. Lalu munculah bunga narcissus disana.

Sebuah kenyataan yang harus kita terima adalah kenyataan sebetulnya kita biasa saja terlepas dari siapa kita. Kenyataannya setelah kita mati kita tidak akan dikenang oleh sebuah bangsa dan akan dilupakan oleh orang orang. Dan itu tidak masalah. Menjadi rata-rata tidaklah seburuk yang anda pikirkan. Jadi berhentilah tampak baik di mata orang lain di Instagram. Jadilah diri sendiri.

 

Apalah arti follow Instagram jika tindak tanduk anda hanya memikirkan apa yang orang pikirkan terhadap anda.

 

Apalah arti followers Instagram jika anda tidak punya teman di dunia nyata.

 

Apalah arti followers jika tidak ada manfaat yang dapat anda berikan dan wariskan kepada orang lain.

 

Jadi berhentilah menghayal menjadi orang terkenal. Tidak ada masalahnya menjadi diri sendiri yang tidak terkenal. Cari hal-hal yang berarti untuk anda..

 

“Saya ingin semua orang merasakan menjadi orang terkenal agar semua orang tahu betapa tidak bergunanya hal itu.” Michel Jacktion

.

Artikel ini dikutip dari PojokSosmed.com dengan judul yang sama.